Wisata

Sejarah Tangkuban Perahu Sangat Populer

anggi / December 10, 2017

Gunung Tangkuban Perahu merupakan gunung yang berada di kabupaten bandung Jawa Barat. Gunung ini merupakan tujuan objek wisata masyarakat luar daerah yang akan mengunjungi kota bandung. Letak gunung ini tepat 20 km utara kota Bandung. Keindahan tempat wisata ini bisa dijadikan sebagai pendidikan anak- anak, karena gunung ini masih aktif dan memiliki tiga kawah besar yang membentang luas. Selain itu anda juga bisa menikmati udara segar yang ada digunung ini, apalagi disiang hari udara mencapai 17 derajat celcius dan dimalam hari mencapai 2 derajat celcius. Panorama alam hijau yang mengelilingi gunung ini juga akan membuat wisata anda semakin menyenangkan. Namun taukaha anda bahwa ada sejarah Tangkuban Perahu yang sangat legendaries ?, bahkan sejarah dari tangkuban perahu ini mengalami banyak sekali kontroversi.

Inilah Sejarah Tangkuban Perahu

Gunung perahu menjadi lokawisata Bandung yang sangat terkenal. Sejarah Tangkuban Perahu adalah bermula dari seorang dewa dan desi memiliki kesalahan dan diturunkan dari kayangan. Mereka hidup di bumi sebagai bentuk pembalasan atas dosa yang telah mereka lakukan. Mereka berdua menjadi seekor babi hutan dan seekor anjing. Untuk jelmaan babi bernama Wayang Hyang dan untuk jelmaan anjing bernama Tumang. Jelmaan babi melakukan berbagai tindakan terpuji di hutan, Pemandangan hutan hijau nampak lebat. Sedangkan anjing menjadi anjing buruan seorang raja bernama Sumbing Perbangkara.pada suatu ketika sang raja berburu ke hutan, lalu ia kencing, tanpa sengaja air kencing tertampung di sebuah tempurung. Dan babi hutan yang sedang berjalan- jalan dihutan melihat ada air ditempurung hingga akhirnya meminum air tersebut. kemudian tanpa disangka babi hutan tersebut hamil. Selang beberapa bulan kemudian raja tersebut kembali lagi ke hutan untuk berburu, ia mendengar suara tangisan bayi, dan di bawalah bayi tersebut ke istana megah tersebut. Bayi tersebut kemudian dijadikan dayang dengan nama Dayang Sumbi. Dayang Sumbi akhirnya tumbuh dewasa, menjadi wanita yang sangat cantik jelita. Kecantikannya tersebar hingga ke berbagai pelosok kerajaan, banyak pangeran dan raja yang ingin bersanding dengan Dayang Sumbing, hingga akhirnya dayang Sumbing meminta ayahnya yaitu sang raja untuk menenangkan diri ke hutan. Maka dibawalah Tumang sebagai penjaga. Suatu hari Dayang Sumbing sedang menenun, karena mengantuk maka torak sebagai alat menenun jatuh. Karena malas mengambil akhirnya Dayang Sumbi bersumpah barang siapa yang mau mengambilkan torak yang jatuh maka ia akan menjadi suami jika laki- laki, jika perempuan maka akan dijadikan sebagai saudarinya. Namun yang mengambil ternyata Tumang, karena sudah terlanjur bersumpah maka Dayang Sumbing akhirnya menikah dengan anjing peliharaannya. Sang raja sangat murka mendengar kabar ini, kamudian dayang Sumbing dan Tumang diusir dari istana. Mereka hidup di hutan dan melahirkan seorang anak tampan yang bernama Sangkuriang. Setiap malam purnama Tumang datang dengan wajah tampan untuk menemui dayang Sumbing, dayang Sumbing tidak tahu jika Tumang adalah jelmaan dari hewan. Sangkuriang tumbuh menjadi pemuda yang mahir dalam memanah dan lainnya. kemudian ia berburu ke hutan ditemani oleh Tumang, ia mengarahkan panah ke jelmaan babi, namun tidak kena, hingga akhirnya Tumang dibunuh oleh Sangkuriang. Ia pulang dengan membawa hati Tumang, ia berkata kepada ibunya bahwa hati tersebut adalah rusa, namun sang ibu tahu bahwa hati tersebut milik Tumang, akhirnya ia marah besar dan memukul Sangkuriang. Akhirnya anak ibu tersebut hidup berpisah, dayang Sumbi hidup awet muda, ia bertemu dengan Sangkuriang yang sudah tumbuh dewasa dan sangat sakti mandraguna. Sangkuriang bertemu dan menyukai ibunya, dayang Sumbing tahu jika ia adalah anaknya, kemudian memberikan sebuah syarat ia mau menikah jika bisa membuatkan perahu dan danau dalam waktu semalam.

Sejarah Tangkuban Perahu Lainnya

Atas bantuan dari makhluk halus maka pengerjaan danau dan perahu hampir selesai ditengah malam, dayang Sumbing tidak habis akal, akhirnya ia membentangkan kain yang ditenunnya di arah timur, ia berdoa agar pagi segera datang, doa dari dayang Sumbing dikabulkan, kain tenun tersebut bercahaya kemerahan, ayam berkokok, dan makhluk halus tersebut menghilang. Sangkuriang marah besar karena ia tahu ia telah dibodohi, kemudian danau yang dibuatnya semakin surut dan perahu ditentang terbalik hingga terbentuklah gunung. Demikian sejarah Tangkuban Perahu asal mulanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *