Umum

Seberapa Haruskah Bahasa Nabi untuk Dimengerti

apel / March 6, 2018

Mengapa mesti belajar bahasa Arab? Apa saja manfaatnya?

Walaupun kita tidak orang Arab, tapi manfaatnya sangat besar kalau kita bersedia mempelajari bahasa Arab.

Berikut ini beberapa sebab mengapa kita harus kosongkan tenaga untuk menggali ilmu bahasa Arab.

Pertama:

Keutamaan bahasa Arab amatlah jelas karena bahasa Arab yaitu bahasa Al-Qur’an Al-Karim. Sebagian pertimbangan berikut yang jadi pertimbangan kuat mengapa kamu perlu mengkaji bahasa Arab. Keunggulan bahasa Arab disebutkan dalam Al-Qur’an lebih berlokasi di sepuluh tempat, seperti halnya pada ayat,

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ . قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. (Ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.” (QS. Az-Zumar: 27-28)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyampaikan,

اللِّسَانُ العَرَبِي شِعَارُ الإِسْلاَمِ وَأَهْلِهِ

“Bahasa Arab adalah syi’ar Islam dan syi’ar kaum muslimin.” Disebutkan dalam Iqtidha’ Shirath Al-Mustaqim

Poin kedua:

Dengan menimba ilmu bahasa Arab lebih sederhana dalam menghafalkan, menguasai, mengajarkan bersama mengamalkan isi Al-Qur’an. Dengan ilmu bahasa Arab lebih gampang pula serta mengetahui hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengingat mengartikan bersama mengamalkannya.

Poin ketiga:

Kaum yang mahir bahasa Arab, terkhusus mahir kandungan isi ilmu nahwu akan kian gampang mempelajari Islam daripada yang enggak menuntut ilmu sedikitpun. Apalagi jika tugas seseorang sebagai penyeru dakwah, sebagai seorang da’i, kyai atau ustadz, pasti lebih untuk mempelajarinya agar ringan mengajarkan pengenalan agama yang benar terhadap masyarakat luas.

Poin Keempat:

Masyarakat yang mahir bahasa Arab akan gampang mendalami pengetahuan berasal ulama secara pribadi ataupun mempelajari beraneka ragam tulisan ulama yang sudah banyak menyebar hingga saat ini. Meskipun yang enggak ngerti bahasa Arab sekedar sanggup mengandalkan kitab tafsir cuma itu sifatnya terbatas.

Poin Kelima:

Bahasa Arab itu bahasa yang tenang serta cenderung menyamankan perasaan, dan menentramkan rohani.

Ibnu Katsir ketika menggambarkan surat Yusuf ayat kedua menyatakan,

لأن لغة العرب أفصح اللغات وأبينها وأوسعها، وأكثرها تأدية للمعاني التي تقوم بالنفوس

“Karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, paling jelas, paling luas (kosakatanya), dan paling banyak mengandung makna yang menentramkan jiwa.”

Poin Keenam:

Bahasa Arab adalah bahasa yang paling menyejukkan.

Ibnu Katsir rahimahullah juga berkata,

فلهذا أنزلَ أشرف الكتب بأشرف اللغات، على أشرف الرسل، بسفارة أشرف الملائكة، وكان ذلك في أشرف بقاع الأرض، وابتدئ إنزاله في أشرف شهور السنة وهو رمضان، فكمل من كل الوجوه

“Karena Al-Qur’an adalah kitab yang paling mulia, diturunkan dengan bahasa yang paling mulia, diajarkan pada Rasul yang paling mulia, disampaikan oleh malaikat yang paling mulia, diturunkan di tempat yang paling mulia di muka bumi, diturunkan pula di bulan yang mulia yaitu bulan Ramadhan. Dari berbagai sisi itu, kita bisa menilai bagaimanakah mulianya kitab suci Al-Qur’an.”

Oleh karena itu Allah menwahyukan tentang bahasa Arab,

إِنَّا أَنزلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS. Yusuf: 2)

Poin Ketujuh:

Bahasa Arab yaitu bahasa yang lurus, ringan dimengerti juga gampang digunakan sebagai hukum kepada manusia.

Allah menyatakan sendiri,

قُرْآَنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“(Ialah) Al-Qur’an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.” (QS. Az-Zumar: 28)

Dalam ayat lain diterangkan,

وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195)

“Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy-Syu’ara: 192-195). Sebagaimana disebutkan dalam Zaad Al-Masiir karya Ibnul Jauzi, Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab yaitu bahasanya orang Quraisy yang setiap orang mudah memahaminya.

Serta dalam ayat lain disebutkan,

وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا

“Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab.” (QS. Ar-Ra’du: 37).

Dijelaskan isi kandungan Tafsir Al-Jalalain, bahasa Arab ditujukan sebagai hukum di antara manusia. Isi kandungan Zaad Al-Masiir disebutkan bahwa bahasa Arab bisa diperuntukkan untuk mengajarkan aturan yang tetap.

Masih tidak tergerakkah hati Anda untuk mempelajari bahasa yang amat menyejukan juga disayangi oleh Allah?

Semoga Allah mudahkan untuk mempelajari bahasa Arab. Ihrish ‘ala maa yanfa’uk, bersungguh-sungguhlah dalam perkara yang kemaslahatan kepadamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *