Umum

Menangkap Potensi Sumber Daya Ternak Khas Indonesia

apel / May 20, 2018

Setiap hari, setiap orang tentu membutuhkan pangan demi memperoleh sumber stamina buat tubuh.

Sumber energi tersebut bisa bersumber dari tanaman ataupun binatang ternak.

Tumbuhan menjadi sumber vitamin, sebaliknya binatang ternak merupakan sumber mineral, lemak dan protein.

Sumber pangan yang berasal dari binatang ternak bisa diperoleh menggunakan dua proses. Pertama konsumen berbelanja hewan ternak ataupun daging yang dipasarkan di pasaran. Kedua, konsumen menernakan binatang ternak yang selanjutnya dipotong untuk dimakan sendiri.

Ternak Nasional Indonesia

Dari berbagai jenis kambing yang hidup di Indonesia, kambing kacang ialah tipe kambing murni dari Indonesia.

Petunjuk kambing kacang yang gampang diketahui ialah bentuk tubuhnya yang kecil, dan sistem penyesuaian yang mudah atas daerah disekelilingnya.

Terkecuali kambing kacang, Indonesia juga memiliki kambing etawa yang didatangkan langsung melalui India guna dimanfaatkan daging beserta susunya.

Awal Mula sapi di Indonesia adalah Banteng atau dalam bahasa latin dinamakan dengan Bos Sundaicus, dan kini menjadi salah satu hewan langka serta hanya dapat dijumpai di Ujung Kulon atau Pangandaran.

Di negara kita, spesies sapi yang banyak kita lihat yaitu Sapi Peranakan Ongole, Sapi Bali, Sapi Zebu atau Sapi Madura.

Kontribusi Peternakan di Indonesia

Selain menghasilkan komoditas utama seperti kulit, daging dan susu, peternakan di Indonesia juga mempunyai kontribusi lain yaitu :

Sumber Kekuatan

Di beberapa daerah pelosok di Indonesia, masih terdapat masyarakat yang memanfaatkan gaya konvensional pada saat mengerjakan sawah dan kebun, yakni dengan memanfaatkan tenaga kerbau atau sapi guna menggarap sawah.

Sapi dimanfaatkan untuk menggarap lahan yang tidak terlalu dalam dan kerbau digunakan untuk membajak tanah berlumpur yang padat.

Pendayagunaan Sampah Perkebunan dan Limbah UKM Rumahan

Limbah pertanian seperti jerami dan bongkol jagung, dapat dimanfaatkan untuk konsumsi ternak. Begitu juga dengan sampah UKM rumahan sebagaimana bungkil kedelai, ampas tahu dan onggok singkong.

Menurunkan Jumlah Pengangguran

Usaha peternakan dapat menyediakan lowongan pekerjaan baru baik sebagai pemelihara maupun sebagai pegawai.

Penyebaran Peternakan di Indonesia

Dengan kekayaan sumber daya alam yang kita punya, Indonesia semestinya mampu secara mandiri guna mencukupi konsumsi daging dalam negeri.

Sistem pengelolaan dan harga, ialah dua hal utama, mengapa sampai detik ini, pemerintah masih mengimpor daging dari Australia, sementara itu daerah persebaran peternakan di negara kita sudah sangat luas.

Dibawah ini adalah daerah persebaran peternakan di Indonesia :

Sapi

Daerah dengan jumlah peternakan sapi terbanyak di negara kita yaitu tanah jawa dengan jumlah lebih dari 50% kemudian ada Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara, Maluku, Bali dan Kalimantan.

Di tanah Jawa, rata-rata, sapi dipiara menggunakan kandang serta disediakan makan dalam wadah yang sudah dipersiapkan. Berbeda halnya dengan pemeliharaan sapi di Sulawesi Selatan atau Nusa Tenggara, dimana kedua daerah tersebut memiliki padang gembalaan yang lapang.

Kerbau

Tanah jawa masih menjabat sebagai penyumbang peternakan kerbau terbesar di negara kita, selanjutnya terdapat pulau Sumatera serta Sulawesi Selatan. Daerah lain sebagaimana Kalimantan, Maluku atau Papua, masih sedikit dijumpai peternakan kerbau di daerah tersebut.

Kuda

Nusa Tenggara berperan sebagai daerah dengan peternakan kuda terbesar di negara kita, karena di daerah tersebut terdapat banyak sabana yang lapang, sehingga sangat patut apabila dipakai untuk mengembangkan peternakan kuda.

Kuda sandel adalah kuda yang masyhur di wilayah Nusa Tenggara sebab memiliki stamina yang kuat serta kerangka fisik yang tegar. Kuda ini gampang dilihat di peternakan di daerah Sumba.

Selain kuda sandel, negara kita juga memiliki kuda Makassar asli dari Sulawesi, dan kuda Batak asli dari Sumatera.

Domba serta Kambing

Jawa dan madura adalah sumber peternakan kambing serta domba terbanyak di Indonesia, selanjutnya terdapat Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Bali. Kalimantan, Maluku, serta Papua menghuni rangking terendah dalam persentasi peternakan kambing di negara kita.

Ayam Kampung

Pelestarian ayam kampung di tanah Jawa, terlebih di perkampungan, hampir digeluti oleh sebagian besar warga meskipun dalam angka yang kecil.

Mengurus ayam kampung ditekuni sebagai usaha sambilan sebab sistem pemeliharaannya yang tergolong cukup simpel, yaitu dengan mengasih makan di waktu pagi serta senja, kemudian membebaskannya di waktu siang, untuk berburu makan di halaman. Selanjutnya di waktu petang, sehabis diberi makan, ayam ditaruh di dalam kurungan.

Pelestarian Ternak di Indonesia

Dibawah ini kita akan menjabarkan tiga model konservasi ternak di Indonesia, yaitu :

Sapi Potong

Di negara kita, sistem budidaya sapi secara umum bisa dikelompokan menjadi 2, yakni pemeliharaan secara intensif dan semi intensif.

Pemeliharaan semi intensif marupakan cara pemeliharaan dimana tenaga serta waktu tidak dihitung menjadi modal pokok, sedangkan budidaya secara insentif menyertakan rasa lelah sebagai kalkulasi usahanya.

Pada tahun dua ribu tujuh belas jumlah persebaran sapi potong di negara kita mencapai 16.599.247 ekor.

Sapi Perah

Pembudidaya sapi di desa biasanya memerah susu dengan cara manual menggunakan tangan untuk selanjutnya dimasukan ke KUD serta dipasarkan ke industri pembuatan susu, tetapi diperoleh beberapa dari mereka yang menjajakan susu ke pembeli secara langsung.

Peternak sapi dibawah binaan pabrik biasanya mengambil susu menggunakan mesin perah kontemporer yang sudah dilengkapi dengan penyejuk yang bermanfaat untuk melindungi susu agar tidak cepat bau disebabkan bakteri.

Total populasi sapi perah di negara kita di tahun dua ribu tujuh belas sekitar 540.000 ekor

Kerbau

Di negara kita, kerbau dimanfaatkan untuk 2 hal.

Satu, kerbau dimanfaatkan menjadi pekerja untuk membantu menggarap sawah.

Kedua, kerbau dimanfaatkan daging serta susunya untuk dikonsumsi. Khusus untuk pengambilan daging, umumnya kerbau yang telah berumur yang dijagal karena sudah tidak produktif lagi.

Tahun 2017, terdapat 1.395.191 total persebaran kerbau di negara kita menurut Direktorat Peternakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *