Umum

Macam-macam Jaringan Epidermis Dengan Berbagai Fungsinya

apel / June 10, 2018

Defisini dari jaringan epidermis merupakan lapisan jaringan berada di luar pada tanaman yang berfungsi sebagai pelindung atau penutup seluruh organ.

Skema jaringan epidermis merupakan lapisan paling luar tumbuhan. Terdiri dari epidermis, pertumbuhan stomata dan epidermal. Epidermis umumnya terdiri dari lapisan tunggal sel parenkim yang dipadatkan rapi tanpa ruang interselular.

Pada daun beberapa sel khusus yang mengitari stomata dikenal sebagai sel pelindung. Kloroplas ada hanya di sel penjaga epidermis. Umumnya sel epidermis lainnya tidak mempunyai kloroplas. Bagian luar epidermis biasanya ditutupi kutikula.

Stoma merupakan pori-pori yang dikelilingi oleh dua sel penjaga. Stomata terjadi terutama pada epidermis daun. Pada beberapa tanaman seperti tebu, sel pelindung dipisahkan oleh berbagai sel tertentu. Mereka berbeda dari sel epidermis lainnya. Sel ini disebut sel anak perusahaan atau aksesori.

Jaringan epidermis dihasilkan dari protoderm. Setelah berumur tua bisa tetap hidup ataupun hancur, jika hancur kemudian akan tergantikan oleh gabus. Jumah jaringan epidermis kebanyakan 1 lapis tapi bisa juga dengan jenis ukuran yang variatif.

Epidermis yang terbagi dari satu lapis disebut dengan epidermis ganda bila berasal dari protoderm, contoh daun moraceae, akar anggrek atau dijuluki hipodermis jika asalnya dari meristem jaringan dasar.

Macam-macam Jaringan Maristem

  1. Jaringan epidermis daun? ada pada bagian bawah daun, tidak mengandung klorofil.
  2. Jaringan epidermis batang? membentuk lapisan tebal (kutikula).
  3. Jaringan epidermis akar? sebagai penjaga akar serta area terjadinya difusi dan osmosis nutrisi.

Bentuk Jaringan Epidermis

Rambut akar: Adalah sebuah modifikasi dari epidermis yang memiliki fungsi dalam menyerap air dalam tanah.

Sel silika dan gabus: Silica berisi kristal silica, sedangkan sel gabus berisi {endapan suberin}. Kedua sel tersebut selalu berpasangan, umumnya dimiiki di tulang daun gramine.

Litokis: Ialah sel yang berisi dari epidermis normal dengan perkembangan khusus ke arah dalam. Sel ini mempunyai kristal kalsium karbonat yang dijuluki dengan sistolit.

Sel kipas/bulliform: Berupa beberapa sel yang lumayan besar dari sel epidermis, vakuola besar, berlapis tipis, dan berisi air. Energi dari sel kipas merupakan untuk membuka dan menutup daun (daun yang tergulung).

Stomata: Merupakan Akses dari kedua sel penutupnya. Sel penutup merupakan kedua sel yang berbentuk tertentu menutupi celah. Stomata bisa didapati dalam daun, rhizoma, batang, perhiasan bunga, bakal buah dan biji. Letak stomata dapat satu baris dengan lapisan epidermis (fanerofor) atau tenggelam (Cryptofor).

Trikoma: Ialah tonjolan epidermis yang terdiri dari 1 sel atau lebih yang digunakan sebagai ciri taksonomi familia. Efek trikoma pada tumbuhan ialah sebagai pelindung dari serangan yang berasal dari luar dan mempersulit penguapan.

Macam-macam Jaringan Epidermis

  • Vakuola ukuran besar bisa mengandung antosianin.
  • Struktur sel rapat tanpa ruang antar sel.
  • Lapisan sel beragam, menyesuaikan dari peran dan macam tanamanya.
  • Terkandung sitoplasma yang hidup dan mengandung kristal garam, silikat, dan garam minyak.
  • Tanpa berkloroplas, terkecuali di bagian sel penutup, dalam hidrofit dan tumbuhan di bawah naungan.

Fungsi Jaringan Epidermis

Pelindung Semua Organ Tumbuhan

Pengaruh paling utama adalah sebagai penjaga seluruh organ pada tumbuhan, mulai dari akar, batang dan daun dalam bermacam kondisi serta dampak lingkungan luar. Sel-sel yang tertata dengan susunan yang teratur memungkinkan organ bagian dalam tubuh tumbuhan terlindungi.

Terjaga dari berubahnya suhu udara, kelembapan, infeksi patogen seketika. Oleh karenanya ciri-ciri jaringan ini mempunyai tekstur lebih keras dibandingkan jaringan yang lain, dipenuhi bulu akar, sel kipas, dan spina (duri).

Penimbunan Cadangan Air

Sel-sel pada epidermis memiliki protoplasma yang berbentuk pipih dna berukuran besar. Hal tersebut menjadikannya sebagai salah satu tempat penampungan air untuk tumbuhan.

Saat musim panas tiba diikuti dengan kadar air tanah tidak memenuhi, maka air-air yang sudah disimpan di dalam protoplasma akan diambil lalu diangkat ke daun untuk pencernaan dengan cara fotosintesis.

Pengambilan Kadar Air dan Unsur Hara

Epidermis yang berada pada akar juga berfungsi untuk penyerap air sekaligus unsur hara dari dalam tanah. Fungsi ini digunakan, biasanya oleh trikomata yang berubah menjadi bulu akar.

Solusi Penguapan pada Tumbuhan

Manfaat epidermis selanjutnya yaitu sebagai jaringan penata proses transparasi atau peluapan air pada tanaman. Efek seperti ini dilakukan oleh stomata yang menjadi beberapa komponen dari epidermis selain trikomata.

Ketika suhu udara tinggi, stomata dalam jaringan epidermis akan menyelaputi dengan rapat agar laju transparasi tanaman dapat dibatasi, namun saat suhu udara menurun, stomata akan membuka dengan sangat luas bertujuan agar sebagian air dapat terbuang ke udara dan tidak membeku pada jaringan tumbuhan.

Suatu Saat stomata juga menjadi jalan sekresi air dari tanaman, melewati pemrosesan yang namanya gutasi.

Difusi Karbondioksida dan Oksigen

Fungsi jaringan epidermis tersebut sebagai tempat untuk terjadinya difusi karbondioksida dan oksigen ketika tumbuhan melakukan sekresi dan respirasi hasil fotosintesis. Pada umumnya fungsi tersebut hanya terjadi terhadap daun dengan stomata sebagai organ pelaksanaannya.

Stomata pada daun yang dapat melakukan difusi tersebut biasa dimanfaatkan petani untuk mengaplikasikan pupuk daun di tanamannya. Unsur hara yang disalurkan melalui daun akan diproses sempurna melalui difusi yang dilakukan oleh stomata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *